http://jurnal.poltekkeskhjogja.ac.id/index.php/jkkh/issue/feed Jurnal Kesehatan Karya Husada 2020-10-25T10:25:41+07:00 Moebari moebari54@yahoo.com Open Journal Systems http://jurnal.poltekkeskhjogja.ac.id/index.php/jkkh/article/view/397 PENGARUH PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PAUD TERHADAP KEIKUTSERTAAN ANAK PADA PENDIDIKAN NONFORMAL DI DESA TEGAL KERTHA DENPASAR 2019 2020-10-25T10:25:41+07:00 Gusti Ayu Martha Winingsih gekmartha@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Pendidikan pada usia dini masih di pandang sebelah mata oleh masyarakat, Kenyataan bahwa masih banyak anak usia dini yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan. Hal itu disebabkan antara lain kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi anak usia dini masih sangat rendah. Ada beberapa faktor yang menjadikan penyebab seperti : ketidaktahuan, kemiskinan, kurang berpendidikan, gagasan orangtua tentang perkembangan anak yang masih sangat tradisional, kurang mau berubah, masih sangat konkret dalam berpikir, motivasi yang rendah karena kebutuhan yang masih sangat mendasar, serta masih sangat dipengaruhi oleh budaya setempat yang sempit (Sumarno,2011)</em>. <em>Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pengetahuan orangtuatentang PAUD terhadap keikutsertaan anak umur 2-3 tahun pada pendidikan nonformal</em>&nbsp; tentang <em>Penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan pendekatan yang digunakan adalah Cross Sectional. </em><em>Penelitian dilaksanakan di Banjar Panca Kertha Desa Tegal Kertha Denpasar Barat ,dilaksanakan&nbsp; pada bulan Juli&nbsp; 2019 – Agustus 2019</em><em>. Populasinya adalah seluruh Orang tua yang mempunyai anak usia 2–3 tahun di Banjar Panca Kertha, Desa Tegal Kertha Denpasar Barat yang berjumlah 40orang.. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil yang di dapat hampir setengahnya (27,5%) orangtua memiliki pengetahuan yang kurang mengenai pendidikan anak usia dini. Sebagian besar (67,5%) orangtua tidak mengikutsertakan anaknya pada pendidikan anak usia dini. Ada pengaruh yang sangat signifikan antara pengetahuan orangtua tentang pendidikan anak usia dini terhadap keikutsertaan anak usia 2-3 tahun pada pendidikan anak usia dini nonformal di Banjar Panca kertha Desa Tegal Kertha Denpasar.</em></p> <p>&nbsp;</p> 2020-10-15T11:27:48+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.poltekkeskhjogja.ac.id/index.php/jkkh/article/view/401 GAMBARAN TEKANAN DARAH, KADAR GLUKOSA DAN ASAM URAT PADA MASYARAKAT DUSUN PANGGUNGAN, TRIHANGGO, GAMPING, SLEMAN 2020-10-25T10:25:39+07:00 Siti Fatimah sitifatimah023.sf@gmail.com Agustina Retno Hapsari sitifatimah023.sf@gmail.com Mayasari Styaningsih sitifatimah023.sf@gmail.com Nur Fatimah sitifatimah023.sf@gmail.com <p>Penyakit tidak menular (PTM) dapat dideteksi lebih dini melalui pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran risiko PTM di masyarakat Panggungan. Metode yang dilakukan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif berdasarkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan asam urat pada 103 subjek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 37% warga memiliki tekanan darah yang tinggi, 27% warga memiliki kadar gula darah tinggi dan 28% memiliki kadar asam urat yang tinggi. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa warga Panggungan memilki risiko PTM, terutama pada penyakit kardiovaskuler.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci: PTM; tekanan darah; kadar gula darah; kadar asam urat</p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Non-communicable diseases (</em><em>NCDs</em><em>) can be detected earlier through blood pressure and blood sugar </em><em>level</em><em>s. This study aims to obtain an overview of </em><em>NCDs</em><em> risks in Panggungan community. </em><em>A</em><em> descriptive research </em><em>study </em><em>with quantitative approach </em><em>was used to describe</em><em> on examination </em><em>result </em><em>of blood pressure, blood sugar</em><em> level</em><em>, and uric acid level</em><em> of 103 subjects</em><em>. The results of this study indicate that 37% </em><em>subjects</em><em> have high blood pressure, 27% have high blood sugar levels and 28% have high uric acid levels. Based on this study it can be concluded that Panggungan </em><em>community</em><em> have a risk of </em><em>NCDs</em><em>, especially </em><em>in</em><em> cardiovascular disease.</em><em>&nbsp; </em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Keywords: NCDs; blood pressure; blood sugar levels; uric acid level</p> 2020-10-15T13:58:15+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.poltekkeskhjogja.ac.id/index.php/jkkh/article/view/403 EFEKTIVITAS CUCI TANGAN MENGGUNAKAN SABUN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI : TINJAUAN LITERATUR 2020-10-25T10:25:38+07:00 Rendi Ariyanto Sinanto rendisinanto@gmail.com Sitti Nur Djannah rendisinanto@gmail.com <p><em>Indonesia is a country that aggressively promotes public health, the government has launched a program of washing hands with soap that is useful to improve hygiene so as to avoid disease. The purpose of this study is to find out how effective hand washing with soap / hand hygiene is in preventing infection. This research was conducted on 3 to 10 July 2020 using the literature review method. The study was conducted on an article on http://garuda.ristekdikti.go.id published between 2015 and 2020. The results showed that washing hands with soap / hand hygiene in preventing infections was very effective, it was proven that washing hands with soap can reduce the risk of infection. Washing hands with soap is a pillar of community-based total sanitation, which includes six steps of hand washing. The use of hand sanitizers and soaps can reduce the number of bacterial colonies on the hands, and sanitizers that contain 70% alcohol are very effective in reducing the number of germs.</em></p> <p><em>Keywords: CTPS, hand washing, hand hygiene, prevention of infection.</em></p> 2020-10-15T16:24:27+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.poltekkeskhjogja.ac.id/index.php/jkkh/article/view/411 GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 2020-10-25T10:25:36+07:00 Benny Karuniawati bennykaruniawati@gmail.com Berlina Putrianti putriberlina@gmail.com <p>PHBS adalah upaya secara sadar, mau dan mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah resiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan. Masyarakat sebagai sasaran dari program ini hendaknya memiliki kesadaran penuh untuk mengaplikasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam upaya pencegahan penularan Covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan PHBS masyarakat dalam upaya pencegahan penularan virus Covid 19. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei dengan rancangan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner onlibe yang dapat diakses oleh responden dimanapun. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 71 responden dengan total 19 item pertanyaan. Data penelitian ini diambil dari bulan Februari sampai dengan bulan Juni 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 71 responden terdapat 83,1% responden selalu mencuci tangan dengan sabun setelah keluar rumah, 76,1% responden selalu mencuci tangan menggunakan sebelum makan, 67,5% responden selalu membersihkan rumah setiap hari, 95,8% responden selalu menggunakan masker, terdapat 47,9% responden sering menjaga jarak aman saat diluar rumah minimal 2 meter, 63,4% responden sudah tidak melakukan kebiasaan berjabat tangan, 22,5% resonden yang masih selalu aktif mengahadiri kegiatan diluar rumah, 80,3% responden selalu membuka jendela dan ventilasi, 45,1% responden seringmemberihkan benda yang ada dirumah dengan cairan pembersih setiap hari, 71,8% responden selalu menyediakan makanan sehat untuk keluarga, 32,4% yang selalu dan sering merokok dimasa pandemik, &nbsp;43,7% responden yang kadang-kadang berolahraga minimal 30 menit setiap hari, 54,9% responden mengatakan kadang-kadang menyiapkan makan cepat saji untuk keluarga, 95,8% respondenselalu mencuci buah dan sayur sebeleum dikonsumsi, 49,3% responden selalu mencuci tangan setelah memegang uang, 77,5% responden selalu membiasaan seluruh keluarga untuk hidup sehat, &nbsp;78,9% responden mengatakan selalu mengkonsumsi minimal 2liter cairan dalam sehari, dan 84,5% responden mengatakan tidak pernah melakukan perjalanan keluar kota. Melalui penelitian ini diharapkan agar masyrakat memiliki kesadaran akan pentingnya PHBS dalam upaya pencegahan penularan Covid 19.</p> 2020-10-15T17:56:39+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.poltekkeskhjogja.ac.id/index.php/jkkh/article/view/412 PELATIHAN PIJAT BAYI EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER BALITA DI PUSKESMAS PAJANGAN BANTUL 2020-10-25T10:25:34+07:00 Siti Maryati maryati_akes@yahoo.co.id <p><strong>Efektifitas Peningkatan </strong><strong>Pengetahuan dan </strong><strong>Keterampilan Pijat Bayi Pada Kader Balita Di Puskesmas Pajangan Bantul</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Siti Maryati</strong></p> <p>Program Studi Keperawatan Diploma Tiga Politeknik Kesehatan Karya Husada</p> <p>Yogyakarta Indonesia</p> <p><a href="mailto:maryatisiti52@gmail.com">maryatisiti52@gmail.com</a></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>A</strong><strong>BSTRAK</strong></p> <p>Pijat bayi merupakan therapi sentuh yang telah ada sejak zaman dulu. Pijat ini memberikan manfaat yang begitu besar apabila dilakukan dengan mekanisme atau teknik pemijatan yang benar dan dilakukan oleh orang yang sudah terlatih. Kondisi yang ada dimasyarakat pijat bayi dilakukan oleh dukun pijat yang belum terlatih. <strong>Tujuan</strong> penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pelatihan pijat bayi terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pajangan Bantul. <strong>Metode</strong> yang digunakan <em>Quasi Eksperiment </em>dengan pendekatan <em>One Group Pretest and Posttest</em>. Lokasi penelitian di Puskesmas wilayah Pajangan Bantul dengan Responden kader balita sejumlah 30 orang. <strong>Hasil </strong>Nilai rata rata pengetahuan responden sebelum diberikan pelatihan 56,25 setelah diberikan pelatihan pijat bayi meningkat menjadi 87,5. Peningkatan tersebut signifikan yang ditunjukkan dengan nilai p=0,001 (p&lt;0,05). Begitu pula hasil keterampilan responden sebelum diberikan pelatihan &nbsp;tidak bisa atau nol setelah diberikan pelatihan piat bayi menjadi 89,13. Peningkatan tersebut signifikan dengan nilai&nbsp; p=0,001 (p&lt;0,05). <strong>Kesimpulan</strong> pelatihan pijat bayi sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader kesehatan balita</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci : Pelatihan, Pijat bayi, Kader balita</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Baby massage is a touch therapy that has been existing since ancient times. This massage gives benefits when it is done with a mechanism or correct massage techniques and performed by people who are already trained. Conditions that exist in the community of baby massage is performed by an untrained shaman. <strong>Purpose</strong> to determine the effectiveness of baby massage training to increase knowledge and skills of cadres toddler in Puskesmas Display Bantul. <strong>Methods</strong> used Quasi Experiment with Pre-experiment design approach one group pre-test and post-test. The location of the research is in the health center Pajangan Bantul area with a toddler cadre Respondents 30 people. <strong>Results</strong> The average of respondents' knowledge given training before 56.25 after being given baby massage training increased to 87.5. The significant increase in indicated by the value of p = 0.001 (p &lt;0.05). Similarly, the respondent before the results are given training skills “can not” or zero to 89.13 after a baby massage training with a significantly increased p = 0.001 (p &lt;0.05).. Conclusion baby massage training is very effective in increasing the knowledge and skills of toddler health cadres.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p>Keywords: training, baby massage, baby Cadre</p> 2020-10-15T22:15:52+07:00 ##submission.copyrightStatement##