KADAR ASAM URAT METODE ENZIMATIK PADA SAMPEL SERUM DAN SAMPEL PLASMA EDTA

Studi di Puskesmas Tambakrejo Jombang

  • Sri Sayekti STIKES Insan Cendekia Medika
Keywords: Asam Urat, Metode Enzimatik, Sampel serum, sampel Plasma EDTA

Abstract

Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin. Purin adalah senyawa amina bagian protein yang menyusun tubuh. Asam urat di distribusikan ke plasma darah, cairan sinovial, hati dan beberapa organ lainnya, lalu diekskresikan oleh ginjal melalui urin. Pemeriksaan kadar asam urat biasanya digunakan sampel  serum dan plasma EDTA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar asam urat metode enzimatik pada sampel serum dan plasma EDTA. Peningkatan kadar asam urat dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti gout atau radang sendi. Kadar asam urat sangat berguna untuk memantau kesehatan pasien, jenis sampel yang digunakan untuk pemeriksaan kadar asam urat umumnya menggunakan sampel Serum dan dapat juga menggunakan sampel Plasma EDTA. Penelitian ini menggunakan jenis observasi analitik  dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh warga yang mengikuti kegiatan penyuluhan bahaya merokok yang berjumlah 33 orang, sampel berjumlah 15 orang diambil secara purposive sampling berumur >40 tahun,. Data diolah dengan menggunakan editing, coding, tabulating dan dianalisis menggunakan uji statistik independent T-test pada taraf Kesalahan  5 %. Hasil Penelitian menunjukkan  bahwa  sampel serum memiliki rata-rata kadar asam urat   6,76 mg/dl sedangkan kadar asam urat sampel plasma EDTA memiliki rata-rata 6,79 mg/dl.Uji independent T-test diperoler p=0,729, p>α, H0 ditolak. Penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak tidak ada perbedaan yang bermakna antara hasil pemeriksaan  kadar asam urat menggunakan sampel serum dengan sampel plasma EDTA

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-07-27
How to Cite
Sayekti, S. (2021). KADAR ASAM URAT METODE ENZIMATIK PADA SAMPEL SERUM DAN SAMPEL PLASMA EDTA. Jurnal Kesehata Karya Husada, 9(2), 104-111. https://doi.org/10.36577/jkkh.v9i2.462